Welcome to 3-Oz!!! | Blog NetOS !!!

Selamat Datang di Situs Blog 3-Oz (Blog NetOS) !!! Mari kita salurkan aspirasi anda dengan berbagi ilmu dan kreasi berupa imajinasi !!!

About Me

Its My Life !!! Orang yang sederhana dan ingin mempunyai cita-cita Tinggi dan terus bersemangat untuk merebut itu semua !!!

Semangat Juang !

Untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, Ayo kita Bangkitkan Semangat Juang utk membangun Negeri ini !!!

Indahnya saat Bersama

Kebersamaan adalah suatu hal yang sangat menyenangkan bagiku karena mereka yg bisa membuatku bahagia dan menjadi spirit bagiku.

Warna-Warniku

Hidup itu sementara tentunya kita harus mampu mewarnai diri kita supaya bisa lebih bermakna dari semuanya

Sunday, March 24, 2013

Security Port Interface Pada Switch


Kita bisa mengatur agar port yang digunakan oleh suatu PC/server biasanya tidak bisa dipergunakan oleh PC lainnya. Sehingga bila ada PC lain yang dikoneksikan ke port yang semestinya menjadi portnya PC Server, maka pc tersebut tidak akan bisa menggunakan port switch tersebut.

Pada PC gunakan ip 10.10.10.1/24 dan 10.10.10.2/24 kemudian tes ping antar keduanya. Selanjutnya pada switch port fa0/1 dan fa0/2 konfigurasikan berikut.
Switch(config)#interface FastEthernet0/1
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport port-security
Switch(config-if)#switchport port-security mac-address sticky
Switch(config-if)#switchport port-security violation restrict
Switch(config)#interface FastEthernet0/2
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport port-security
Switch(config-if)#switchport port-security mac-address sticky
Switch(config-if)#switchport port-security violation shutdown

Pengecekan lakukan tes ping dari masing-masing PC dan pastkan mendapatkan reply, kemudian lepas kabel dan tukarkan portnya, lakukan tes ping kembali.

Ada 3 violation yang bisa dipilih ketika suatu port pada switch digunakan oleh PC yang tidak semestinya yakni sebagai berikut :
  • ·         Protect : data yang dikirim melalui port tersebut akan dibiarkan tidak dikirimkan
  • ·         Restrict : seperti protect namun dengan mengirimkan notifikasi dengan SNMP
  • ·         Shutdown : portnya akan di shutdown secara otomatis, untuk mengembalikannya, shutdown lagi portnya secara manual, kemudian no shutdown kembali.


VLAN : Konfigurasi Router ke Switch


Pada kondisi pembuatan VLAN sebelumnya, kedua VLAN yang berada pada network yang berbeda masih belum dapat saling berkomunikasi. Untuk itu kita memerlukan Layer 3, yaknik berupa switch Multiplayer ataupun Router. Lab kali ini menggunakan sebuah Router.


Apabila kita menghubungkan switch ke router dimana ada beberapa VLAN yang perlu dilewatkan diantaranya, maka pada switch diset Trunk. Namun bila pada switch hanya terdapat 1 vlan saja maka cukup diset access. Kali ini karena kita ingin melewatkan beberapa vlan yakni vlan 10 dan 20, amak disisi switch diset trunk. Gunakan kabel straight untuk menghubungkan switch ke router.
Switch(config)#int f0/5
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Selanjutnya disisi router, konfigurasikan berikut :
Router(config)#int Fa0/0
Router(config-if)#no shut
Router(config)#int Fa0/0.10
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 10
Router(config-subif)#ip addr 10.10.10.1 255.255.255.0
Router(config)#int Fa0/0.20
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 20
Router(config-subif)#ip addr 20.20.20.1 255.255.255.0

Pada router kita membuat subinterface sejumlah vlan yang dilewatkan dalam hal ini karena hanya ada 2 vlan, maka kita akan membuat 2 subinterface pada router, yakni dengan menambahkan simbol titik pada interface utamanya diikuti dengan nomor vlannya.
Fa0/0 = main interface à fa0/0.10 dan fa0/0.20 = subinterface.
Tipe encapsulation yang digunakan adalah dot1q (802.1q), pilihan lainnya adalah ISL (cisco proprietary). Namun demikian, tidak semua router dan switch support ISL, sehingga enkapsulasi dot1q lebih banyak digunakan. Pada switch tanpa kita mendefinisikan tipe enkapsulasinya, maka yang digunakan oleh switch adalah dot1q secara default.

Langkah selanjutnya adalah merubah IP pada masing-masing PC. Karena sekarang sudah ada router, maka semua IP WAJIB mengisikan Gatewaynya yakni IP nya router : 10.10.10.1 untuk PC vlan 10 dan 20.20.20.1 untuk PC vlan 20. Sedangkan untuk IP yang akan digunakan oleh PC bisa berapapun nilainya dari 10.10.10.2-254 dan 20.20.20.2-254 karena IP 10.10.10.1 dan 20.20.20.1 sudah digunakan oleh router.

Pengetesannya, lakukan tes ping ke ip gateway terlebih dahulu, bila mendapatkan reply lakukan ping ke PC lain yang berbeda vlan.

Setelah semua PC diping satu persatu, pada router akan muncul tampilan berikut, ketika kita mengetikkan : show arp

Pada switch gunakan perintah show mac-address-table untuk menampilkan nilai mac-address dan port yang digunakan.


Sebagai tambahan, kita bisa membuat vlan management untuk telnet ke switch. (Digunakan untuk bisa diremote)
Untuk Switch 1 :
Switch(config)#vlan 30
Switch(config-vlan)#name MANAGEMENT
Switch(config-vlan)#int vlan 30
Switch(config-if)#ip address 30.30.30.1 255.255.255.0
Switch(config-if)#no shutdown
Switch(config-if)#ip default-gateway 30.30.30.30
Switch(config)#line vty 0 4
Switch(config-line)#password cisco
Switch(config-line)#login
Switch(config-line)#enable secret cisco

Untuk Switch 2 :
Switch(config)#vlan 30
Switch(config-vlan)#name MANAGEMENT
Switch(config-vlan)#int vlan 30
Switch(config-if)#ip address 30.30.30.2 255.255.255.0
Switch(config-if)#no shutdown
Switch(config-if)#ip default-gateway 30.30.30.30
Switch(config)#line vty 0 4
Switch(config-line)#password cisco
Switch(config-line)#login
Switch(config-line)#enable secret cisco

Tambahkan konfigurasi pada router :
Router(config)#int Fa0/0.30
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 30
Router(config-subif)#ip addr 30.30.30.30 255.255.255.0

Saturday, March 23, 2013

Menghubungkan Antar Switch Manageble (Trunk)



Untuk menghubungkan switch dengan switch gunakan kabel cross. Koneksikan kabel cross pada port f0/10 masing-masing switch. Koneksi antar Switch yang digunakan untuk melewatkan beberapa VLAN disebut dengan Trunk.

Setting Switch1 :
Switch1(config)#int fa0/10
Switch1(config-if)#switchport mode trunk

Setting Switch2 :
Switch2(config)#int fa0/10
Switch2(config-if)#switchport mode trunk

Untuk mengetahui apakah Trunk yang kita konfigurasikan sudah berjalan denganbaik, ketikkan perintah : show interface trunk

Untuk Switch1 :

Untuk Switch2 :



Untuk pengetesannya, lakukan tes ping ke PC lain yang masih dalam satu network yang sama namun berbeda switch dan pastikan berhasil mendapat Reply

Membuat VLAN pada Manageble Switch


Switch manageble memiliki fungsi membuat Virtual LAN, yaitu menjadikan sebuah switch seolah-olah terdapat beberapa LAN. Dengan VLAN ini kita bisa memisahkan atau mengelompokkan user sesuai kebutuhan masing-masing.

Membuat VLAN pada Switch
Switch#configure terminal
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name Marketing
Switch(config)#vlan 20
Switch(config-vlan)#name Sales
Switch(config)#vlan 400 
Switch(config-vlan)#name teknisi 
Switch(config)#vlan 402 
Switch(config-vlan)#name manager

Assign VLAN ke portnya
Switch(config)#int f0/1 
Switch(config-if)#switchport access vlan 10 
Switch(config)#int f0/2 
Switch(config-if)#switchport access vlan 10 
Switch(config)#int f0/3 
Switch(config-if)#switchport access vlan 20 
Switch(config)#int f0/4 
Switch(config-if)#switchport access vlan 20

Verifikasi dengan perintah show vlan, pastikan port f0/1 dan f0/2 menjadi member vlan 10. Dan port f0/3 dan f0/4 menjadi vlan 20.




Koneksikan PC ke Switch port f0/1-4 dengan menggunakan kabel stright. Kemudian setting PC dengan IP 10.10.10.10/24 dan 10.10.10.11/24 untuk PC VLAN 10 dan IP 20.20.20.20/24 dan 20.20.20.21/24 untuk PC VLAN 20. Untuk melakukan pengetesan gunakan perintah PING.


Setelah melakukan tes ping, pada switch tampilkan mac address tabelnya, dengan perintah :
#show mac-address-table